sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Penampilan dan objek dakwah


Panas terik itu tak menyurutkan langkah bapak tua tadi untuk mengobati penyakitnya, ia menaiki angkot meski dengan pakaian kumal dan tentu mengundang orang lain utk menjauh darinya.

Seorang dokter muda yang duduk dsamping bapak tua itu menggeser posisi duduknya menjauh dari si bapak karena sang dokter muda melihat dahak si bapak d buang ke bajunya secara langsung, tak hanya dokter itu, aku kira kau akan juga melakukan hal serupa.

“mau kemana nak?” tanya si bapak kepada dokter muda tadi, tetap dengan keramahannya meski si dokter tadi sudah agak mengambil jarak darinya.

“kerumah sakit pak”, kata dokter sambil menoleh kebapak tua dan kumal itu, bapak itu berkata bahwa ia juga kerumah sakit yang sama dengan si dokter muda.

Sesaat akan turun, bapak tadi langsung mengeluarkan uang dari sakunya dan membayar untuk dua orang, padahal dia cuma seorang saja, kau tau kawan utk siapa yang satu lagi?

Dialah dokter muda tadi, dokter muda yang tadi menjaga jarak terhadap dirinya, dokter itulah yang dbayarkan ongkosnya oleh si bapak dan tak cukup sampai disana, saat akan berpisah si bapak tua dan kumal tadi mendoakan dokter muda itu “semoga cepat selesai kuliahnya ya nak”.

Itulah kawan, tak perlu kita memandang seseorang dari penampilan luarnya, betapa sering kita melihat bahwa yang berdasilah yang paling banyak tak bermoral, liat saja para koruptor di negara ini, mereka adalah orang2 berdasi, dengan jabatan tinggi, tapi tak punya moral sama sekali, meski kita akui ada sebagian dari mereka yang masih berhati nurani. Tapi acap kali juga kita saksikan bahwa para dhuafa lebih memiliki rasa toleran dan saling membantu, saksikan saja d televisi itu, ku jamin kau akan menangis terharu, setidaknya mata mu akan berair, kecuali jika kau tau punya nurani

Pelajaran serupa bisa kita lihat ketika Rasulullah SAW mendakwahi para pemuka kau Qurais, d pertemuan itu dihadiri oleh hampir  semua dedengkot, para think tang, orang2 d balik layar kaum qurais.

Tatkalah Rasulullah sedang asik mendakwahi mereka, mengajarkan tauhid kepada para pemimpin qurais itu, datanglah seorang buta yang minta di ajarkan tentang islam kepada Rasulullah SAW, tapi dsaat itu, karena sibuknya mendakwahi para petinggi, Rasulullah kurang menghiraukan lelaki tua dan buta yang datang kepada Beliau, sampai kemudian Allah memberi teguran kepada Rasulullah SAW.

Pelajaran penting itu juga lah yang bisa kita sampaikan kepada para asatidz d negeri ini, jangan lah terlalu sibuk mendakwahi para pejabat eselon satu dan sebagainya, para menteri dan anggota dewan, tapi dakwahi jugalah rakyat Indonesia ini, dakwahilah mereka yang sebenarnya anda tegur saja dapat membuat mereka akan mengingatmu selamanya, justru ketika berada di ataslah, ketika memegang amanat publiklah hati2 para rakyat kecil itu mudah dsentuh. Tak perlu duduk d kafe atau d hotel bintang lima, anda datangi saja lapak2 mereka, anda kunjungi saja tempat mereka nongkrong d warung2 kecil, dan tanyakanlah sedikit saja tentang kabar mereka, atau sekedar mengeluarkan uang 20ribu utk membayarkan kopi mereka, percayalah, jangan kan utk sekedar memilih anda d pemilihan legislatif  atau kepala daerah, mengikuti anda kemana saja mereka mau.

Kisah ini jelas tak terlalu memiliki koneksi, tapi setidaknya ambilah 2 hikmah d sini :

1. Jangan kau liat seseorang dari penampilannya, sebab kita tak lebih tau isi hatinya dari pada dia dan Allah SWT

2. Jangan kau beda2kan objek dakwah mu, liatlah Musa AS, disuruh oleh Allah SWT mendakwahi fir’aun la’natullah, tapi siapa yang pertama kali mengakui tauhid? para dukunnya fir’aun lah yang mengakui Allah SWT pertama kali sebelum fir’aun, meski akhirnya di habisi oleh sang jagal fir’aun. Sekali lagi, berdakwah sajalah, niscaya akan ada yang tersentuh dan kita tidak tau siapa dia.

***

terinspirasi setelah bicara dengan seorang dokter yang keren, semoga kau tetap saja menjadi luar biasa disana, menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Juli 9, 2009 - Posted by | Buah Pemikiran

4 Komentar »

  1. dunia indah menipu
    hanya Allah yg mengetahui isi hati seseorang

    Komentar oleh hebadaragema | September 24, 2009 | Balas

  2. Kisah serupa adalah ketika akan adanya kunjungan kepala negara ke daerah pedalaman,namun tdk.seperti suku asmat. Sikap kurang ramah tercermin pada aparat keamanan,padahal kepala negaranya santun terhadap rakyatnya.(by sukarmo.hp 085293717103,087836612687)

    Komentar oleh Sukarmo | Januari 26, 2010 | Balas

  3. Salah satu tauladan,ketika seorang raja yg.menyamar sebagai rakyat biasa dan melewati pasar. Kemudian ada seorang saudagar yg.pada saat itu sangat membutuhkan pertolongan menaikkan barang dagangannya. Seorang raja tsb.kemudian membantu menaikkan brng.2 ..

    Komentar oleh Sukarmo | Januari 27, 2010 | Balas

  4. betul. seperti yg dituturkan seorang bapak, akhirnya mel berkesimpulan, rakyat itu senang jika mereka “dipentingkan”.

    NO 3 untuk perubahan SUMBAR lebih baik!

    Komentar oleh email90 | Mei 24, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: