sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Gema Suara Hati


Kepada suara hati yang tak pernah terungkap
Tahukah kau apa makna perih
Yang kau tahu hanyalah gemericik ria dari dasar samudra jiwa
Tak pernah kau dengarkan senandung luka
Tak pernah
Kepada suara hati yang tak pernah bernama
Tahukah kau sajak semerdu lorong jiwa
Yang kau tahu hanyalah lubang naluri yang tak pernah tergali
Tak pernah kau dengarkan bisik batin dalam sudut hati yang luka
Cukup sudah
Hati ini telah terpatah-patah
Biar saja robek dan berbagi entah menjadi berapa
Yang lebih terluka pastilah empunya
Kepada suara hati yang selalu berbisik
Gemakanlah rasa yang mendiami hatimu
Entah mengapa bibir kelu tak mampu berucap
Bisu
Kata-kata yang seelok langit pun tercekat di tenggorokan
Entah mengapa
Kepada suara hati yang selalu menggema pada lisan
Katakanlah walau sepatah kata
Tak bisa
Seolah kata-kata yang apik terangkai seindah puisi itu pun terbilang terbata-bata
Namun urung juga
Oh…..suara hati
Bagaimana bisa kau bisikkan suara semerdu nyanyian katak menanti hujan
Bila kau hanya berada dalam ruang yang tak pernah terungkap
Bila kau hanya dalam lubang hati yang tak pernah tergali
Lewat alunan indah yang berdawai bersama do’a, katamu
Yang selalu meliuk-liuk pada sang pemilik perkasa
Lisan pun berdalih tak mungkin
Seindah-indahnya suara dawai lebih indah bila ada kata
Yang membuat telinga berdenggung gembira merasakan indahnya
Tahukah kamu sang Perkasa itu Maha Mendengar, kilah suara hati
Walau hanya bisikkan, Tanya lidah yang tak mau percaya
Ya. Walau bisik-bisik yang tak terdengar telinga
Seperti bisik debu menyapa rerumputan yang bergoyang
Oh, suara hati bagaimana alunan suara jiramu akan terdengar
Lewat lantunan do’a disertai derai tetes bening yang jatuh terurai
Semua akan terlambat
Tak mungkin sebab mata sang empuku akan berair tatrkala melihat pemilik jira yang terkait suara hatinya
Sebab empuku akan ceria seperti cerahnya mentari pagi melihat tegak badan pencuri suara hati
Sebab empuku akan menari-nari dalam kerangka badan yang tak berminsi dalam ruang khayal yang tak bernama

***

dari sini

Februari 11, 2009 - Posted by | Buah nurani

1 Komentar »

  1. Itu kan punya ane…

    Kok dicp tanpa dikasih penulis asli???

    Hehehe…

    Komentar oleh qiqi | Februari 12, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: