sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

duduk sajalah kalian pengikut al bani!!!


Bacalah seruan ulama yang mengatakan dirinya salaf kepada manusia, bacalah apa yang mereka fatwakan bahwa tak ada kewajiban jihad di palestina, dan cukup bersabar saja.

Alangkah bodohnya ulama2 yang memfatwakan hal tersebut, terlepas dari kelebihan2 mereka dalam menghafal dan mempelajari hadist2 Rasulullah SAW. Begitu enteng mereka mengatakan bahwa kewajiban saat ini hanyalah bersabar dan berdoa, fatwa tersebut lengkap dengan dalil2 retorika dari mereka.

Jika tulisan ini membuat hati2 kaum muslimin yang kebetulan satu ideologi dengan mereka para ulama yang bermasalah dalam syumuliyah islam, silahkan protes, silahkan kritik, silahlan anti dengan blog ini, sebagaimana kalian mengutarakan pendapat bodoh kalian dengan bebas di internet, itu juga yang aku lakukan, bukankah itu adil?!!!!

Bacalah alasan bodoh ulama kalian yang mengatakan bahwa serangan di gaza atau kezoliman digaza belumnlah cukup ukuran tahunnya

Yakni bisa kita katakan, bahwa perintah langsung untuk berjihad turun setelah 16 atau 17 tahun berlalunya awal risalah. Jika masa dakwah Rasulullah adalah 23 tahun, berarti 17 tahun adalah perintah untuk bersabar. Maka kenapa kita sekarang terburu-buru??!

Baca sejarah wahai kaum muslimin yang terjahiliyahkan, lihatlah wilayah palestina sebelum tahun 1948, lihat wilayah gaza sebelum itu, dan bandingkan dengan wilayah gaza saat ini, tidak kah ini tidak menggugah hati kalian, apakah tangisan anak2 palestina yang kehilangan kakinya atau anggota tubuhnya yang lain tidak membuat nurani kalian bicara yang tak hanya sekedar diam?

Apakah menjanda nya wanita2 palestina tak membuat kalian menangis? bukankah ulama kalian sendiri mengatakan dalam kutipannya di blog tadi yang diambil dari hadis Rasulullah SAW

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah (no. 3932) dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: Saya melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berthawaf di Ka’bah seraya beliau berkata (kepada Ka’bah):

مَا أَطْيَبَكِ وَأَطْيَبَ رِيحَكِ مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ حُرْمَةً مِنْكِ مَالِهِ وَدَمِهِ

“Betapa bagusnya engkau (wahai Ka’bah), betapa wangi aromamu, betapa besar nilaimu dan besar kehormatanmu. Namun, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau, baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.” [1])

Lalu, dimana asalnya perintah bersabar? kecuali HANYA PERKATAAN BODOH ULAMA KALIAN????!!!!

Dimana perkataan kalian sebagai ulama sunnah atau pengikut sunnah Rasulullah SAW?bulshit kalian semua, omong kosong. Kalian hanya dibodoh2kan oleh ulama bodoh kalian, kalian hanya dibuat supaya tak ikut berjihad dan cukup bicara tentang bid’ah.

Tak perlu membela masjid Al Aqsha, cukup mencari2 kesalahan shalat orang mukmin, mencari kesalahan dalam perilaku sehari,ketahuilah bahwa memperbaiki itu penting tapi membela jauh lebih penting.

Lihatlah bagaimana sikap RAsulullah SAW ketika muslimah di pecundangi dipasar yahudi, apa kalian buta?

Sesungguhnya buka  mata itu yang buta, tapi hati itu yang buta!!!

Ah, hanya menambah dosa jika bicara dengan kalian, terserah kalian mengatakan itu adalah perbedaan pendapat, tapi ketahuilah, bahwa ulama yang berjihad jauh lebih utama dari ulama yang duduk saja di masjid sambil mengucapkan bid’ahnya si anu dan si anu.

Untuk yang tidak mengerti, bacalah blog prokativ yang menghendaki kita CUKUP MELIHAT PEMBANTAIAN ATAS SAUDARA KITA DISANA yang bahkan orang non muslim pun membela mereka dipalestina :

http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/13/sikap-dan-kewajiban-umat-islam-terhadap-tragedi-palestina/

Januari 15, 2009 - Posted by | Buah Pemikiran

4 Komentar »

  1. saya kurang mengerti,tapi saya menangkap ada suatu niat baik dari tulisan ni.

    Komentar oleh blog competition 2009 | Januari 17, 2009 | Balas

  2. saya salut dengan postingan blog anda yang merespon perang tersebut
    pertanyaan saya apakah anda yang dengan lantang meneriakan kata jihad juga malakukan hal yang sama,berangkat ke sana,dengan uang anda sendiri,dan memerangi israel dengan gagahnya,mustahil dan konyol banget

    perlu anda ketahui,disana bukan perang agama,tapi perang kedaulatan,tidak hanya orang islam saja yang berperang melawan israel,tetapi orang kristen arab juga berperang melawan israel,itu karena kewajiban mereka membela negaranya,BUKAN MEMBELA AGAMA

    Komentar oleh sinoraurus | Januari 20, 2009 | Balas

  3. terima kasih juga atas respon cerdas anda tentang postingan saya ini. yang jelas, saya secara raga mungkin tak kesana, tapi karya saya bukannya tak mungkin tak ikut berperang dengan israel.
    benar bahwa disana ada unsur perang peradaban,tapi di agama yang saya anut, tak ada dikotomi agama dengan apapun, geografis agama kami adalah ketika disuatu daerah masih ada orang yang mengucapkan syahadat, maka disanalah daerah kami dan kewajiban kami untuk membela darah, harta dan kehormatannya.
    maka dari itu, persoalan palestina yang juga penuh dengan persoalan politik tak kami liat sekedar persoalan politik belaka, tapi ia adalah persoalan persuadaraan dan keagamaan.
    Dan jika saudara2 kami kristiani yang juga berperang untuk membela kedualatan palestina, maka kami mengganggapnya sekutu sebagaima rasul kami berkata “siapa saja yang mengganggu kafir yang ingin hidup damai dengan kaum muslimin maka sama saja ia mengganggu aku”, jadi kami tak mengganggap kristiani palestina sebagai musuh, tapi ia adalah saudara perjuangan yang juga haram diganggu.
    tapi jauh dari itu, bahwa sesungguhnya dipalestina tak sekedar teritori negara mereka yang mereka bela, disana ada masjid AL Aqsha, masjid ketiga yang dimuliakan di agama kami, kiblat pertama kami sebelum ka’bah. Lantas, apa alasan kami untuk tidak mendukung saudara kami disana?

    Komentar oleh dolla | Januari 20, 2009 | Balas

  4. hahahaha,perkataan anda tentang “saya secara raga mungkin tak kesana, tapi karya saya bukannya tak mungkin tak ikut berperang dengan israel”membuat saya tertawa,apa lebih berfaedah daripada para ulama yang bersabar dan berdoa untuk sodara kita,anda hanya menebar kebencian,dan kebencian itu jauh dari perdamaian,anda lebih menginginkan sodara kita terus bereperang dan semakin banyak korban berjatuhan,anda bagaikan mengepalkan tinju di balik gunung,kl memang berani jangan hanya provokasi,tapi lakukan aksi,tak usah jauh2 ke palestina,tapi coba lihat,sodara2 kita di indonesia,mereka masih yang banyak kekurangan,bukankah jihat itu tak harus mati di medan tempur,anda masih bisa berbuat sesuatu untuk sodara2 kita di indonesia,ato jangan2 anda acuh dengan tetangga dekat anda sendiri yang kekurangan,

    berlanjut dari perkataan sodara yang paham bahwa itu perang kedaulatan,akan tetapi kenapa anda masih membawa-bawa agama,masalah sahadat dan ucapan yang mereka serukan,itu mang sudah menjadi ucapan sehari-hari mereka,karena sana arab mas,perkataan seperti Alloh,dan lain2 itu hanyalah lafad,anda jangan mengartikan secara harfiah,berlanjut ke masjid aqsa,itu hanyalah sebuah bangunan,atau simbol,jangan didewakan,Alloh tidak perlu dibela,Alloh maha kuasa,mending mas lebih ke masyarakat sekitar aja deh,jihadnya,terima kasih

    Komentar oleh sinoraurus | Januari 20, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: