sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

usul ya bu mulyani


membaca berita2 tentang keungan dan krisis Negara tercinta ini, aku jadi ingin membuat pesan kepada bu Menteri dan orang2 yang berkompeten dalam moneter Indonesia.

Dari sekian banyak berita, memang membuat kita sedikit panik, tapi jangan sampai panik apalagi bersikap bodoh disaat panik. Rupiah melemah, nilai tukar dollar yang tinggi, barang2 IT jadi naik dan perdagangannya lesu, himbauan BI agar masyarakat menjual dollarnya adalah sinyal yang menunjukan bahwa BI sudah hampir “angkat tangan” dengan krisis saat ini.

Karena banyaknya masyarakat membeli dollar, sehingga dollar menjadi langka dan nilainya pun bertambah. Maka lahirlah himbauan itu kepada masyakarat oleh BI dan Bu Menteri Keuangan Republik Indonesia, kasian amat nih Indonesia.

Nah, bu Menkeu yang terhormat dan Bapak2/ IBu2 di BI yang saya banggakan, ini sok pintar nya saya aja ya, ngasi usul ke Negara ini, sekedar ingin memberikan kontribusi kecil ke Negara yang penuh jasa ini.

Nah, untuk mengatasi krisis dollar saat ini, seperti permainan pemerintah saat ini, menumbuhkan isu baru untuk membunuh isu lama, maka kita juga buat isu baru. Caranya? bu Menteri memblow up isu tentang dollar palsu yang menyebar di masyarakat.

Termasuk dengan pura2 menangkap pelaku penyebar dollar palsu, menampakkannya di TV tentang adanya dollar palsu, dan juga perang opini tentang tak terlalu penting bagi masyarakat Indonesia memegang mata uang negara brengsek itu.

Kemudian, pada saat yang sama, diluncurkanlah segala hal tentang transaksi menggunakan Rupiah, apapun….bayarnya pakai Rupiah (ngikut iklan teh botol sostro aja buk).

Nah, bu Menkeu dan Bapak/Ibu di BI yang saya hormati, dengan adanya isu tadi, kita berharap media dapat bekerja sama demi kebaikan Bangsa ini. Karena ini bukan  faktor akan PEMILU Legislatif atau Presiden, tapi ini menyangkut kehidupan Rakyat Indonesia ini.

Jika taktik ini tak tercapai? nanti saya pikirkan lagi ya buk…hehehe, maklum bu, saya mahasiswa kimia yang belum selesai, bukan sarjana ekonomi. Tapi,boleh kan saya berkontribusi?

Ok deh buk Ani, mudah2an tulisan saya ini ada yang menyampaikannya ke telinga Buk Ani yang belum menggunakan jilbab itu. Amiin.

November 20, 2008 - Posted by | Buah Pemikiran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: