sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

jamaah ini….


Dalam banyak kesampatan saya sering bertemu dengan beragam macam kader berikut kualitas dan pola pikirnya. Mereka yang dulunya sangat bagus, tapi kemudian ketika saya bertemu disaat lain setelah itu, saya mendapati dia sangat jauh dari harapan banyak orang.

Begitu juga ketika yang lain, ada banyak orang yang saya temui yang awalnya sederhana saja, tapi beranjak menjadi luar biasa karena kemauan dan ke istiqomahannya. Dan perubahan2 sikap mental dan lainnya ini tidak hanya melanda sebagian saja dikalangan ikhwah, tapi juga telah menjamur.

Perubahan yang paling sering terjadi adalah perubahan ketika memasuki wilayah yang mereka memasuki itu sudah terwarnai oleh kondisi yang ada. Dahulu, ketika ada majalah al izzah, cukup jelas diberitakan disana. Disaat awal2 2005, banyaknya Orang kaya baru yang melanda jamaah ini. Ada ummahat yang suaminya adalah anggota dewan mengatakan bahwa dia baru saja membeli pakaian seharga 200ribu dengan embel2 kata “murah lho” di dalam halaqahnya. Padahal disebelahnya ada ummahat yang untuk makan saja mesti berjuang dengan keringatnya sendiri. Padahal, ummahat tadi tidak sekaya itu dulunya, lalu mendadak kaya ketika suaminya menjadi anggota dewan.

DIsekitarku, ada seorang anggota dewan, dia dikenal baik oleh kalangan DPD tempat ku bermukim, orangnya termasuk generasi awal dakwah di kota ini. KEtika dia menjabat sebagai elit di DPRD tempat dia terpilih, cincin bermata hijau terpasang indah dijari kirinya saat dia memberikan taujih didepan kader di fakultasku. Seingatku, ketika aku bertemu dengan beliau jauh sebelum menjadi anggota dewan, beliau termasuk orang yang tidak ada yang patut dibanggakan dalam hal materi, tapi berubah dengan gaya jet set, pola biccara yang tak lagi bersahabat, padahal aku pernah menjadi sopirnya seharian.

Dan bahkan ada anggota dewan yang aku kritik, malah mengkritik ulang kepadaku tanpa memberikan jawaban yang jelas atas kritikku tadi. TApi semua itu berubah saat2 sekarang memasuki masa kampanye, ustadz tadi yang menjadi elit di DPRD sudah sering datang lagi pada pertemuan2 kader2 kecil, sudah mau lagi memasang bendera partai, sudah mau untuk duduk bersama kader kecil seperti kami ini. Padahal, ketika awal2 menjadi aleg, itu jauh dari sikapnya.

Ada apa dengan perubahannya? ternyata dia naik lagi menjadi anggota dewan para periode berikutnya dengan nomor 1. Barulah aku sadari kenapa dia mau ikut, karena ingin menampakkan dekatnya dirinya dengan kader.

Kerap pada temu kader yang muwajihnya bukan dia, aku mendapatinya tidak ikut masuk mendengarkan, tapi malah duduk diluar, atau sekedar menelpon, entah siapa yang ia telp, yang jelas posisinya sangat jauh dariku, karena memang aku Kepanduan dengan dinas diluar ruangan.

Tapi aku percaya, tidak semua ustadz/qiyadah seperti itu, masih ada yang berhati nurani, masih yang memiliki sikap layaknya seorang mujahid.

Ust.Mahyeldi, yang baru saja ditetapkan oleh KPU padang menjadi wakil walikota padang, datang pada temu kader sekota padang, lalu aku memakirkan mobilnya, dan baru saja turun, dia menyalami semua anggota kepanduan yang kebetulan duduk tidak jauh dari mobilnya.

Dia salami, dia yang memulai, jika yang memulai salam tadi adalah kader biasa, aku tidak akan mempertanyakannnya, tapi yang menyalami kami yang kader2 kecil ini, hansip partai ini , adalah seorang wakil walikota Padang.

Pada saat lain, saat aku naik bus kota menuju pasar raya, disimpang by pass, seperti biasa, bus kota akan berhenti sebentar untuk menunggu penumpang yang lain, dan ketika penungguan itu, aku melihat adanya sosok yang baru saja naik, menggunakan peci hitam, berbaju koko, celana dasar hitam, menggunakan sepatu, ia naik bus kota dan langsung menuju kursi yang paling depan. Ia adalah Ust. Budiman, SAg, Anggota DPRD Kota Padang, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PK Sejahtera Kota Padang.

Aku kenal betul ustadz yang satu ini, tak ada kesan kemewahan darinya, tak kesan bahwa ia adalah anggota dewan, dan bahkan ketika di DPD sekalipun, ia tak pernah menampakan dirinya sebagai seorang ketua. Ketika memang tidak ada pekerjaan di DPD, dia akan duduk bersama kader yang memang sering berkumpul didepan DPD, mengobrol dan berbagi cerita, pengalaman dan sirah kepada mereka tadi.

Sehingga, aku sering mendapatkan kisah yang menarik dari beliau tadi, beliau memang tak terkena virus orang kaya baru di jamaah ini.

Suatu ketika aku berada diruang kepanduan, bersebelahan dengan ruangan ketua dan sekretaris DPD PKS. Terdengar jelas oleh ku ada seorang ikhwan yang sedang tilawah, iramanya bagus, dan sangat jelas suaranya. Aku hampiri, aku mengintip kedalam kantor ketua tadi, ternyata aku mendapati ustadz Gufron sedang menidurkan anaknya dengan melantukan ayat ayat suci.

Murajaah hafalan, sekalian menidurkan sang putri, adalah kegiatan yang begitu indah bagiku, aku takjub. Tak kali ini aku salut melihatnya, ustadz yang satu ini tak sungkan untuk pergi mengisi materi ketika di undang oleh kader di kampus, sementara itu, banyak ustadz yang sangat malas untuk mengisi materi tadi.

Diantara yang terkena virus, tentu masih yang bagus, semoga itu akan tetap ada di jamaah ini, jangan sampai ketidakistiqomahan kita justru membuat Allah mendatangkan kaum yang lain yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Nya.

(bersambung)

November 17, 2008 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

3 Komentar »

  1. Mari semua berdo’a agar kita tetap istiqomah di jalan ini.

    “Wahai yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hati kami diatas agamaMu/jalanMu”, Amin.

    http://www.guswanto.wordpress.com

    Komentar oleh guswanto | November 20, 2008 | Balas

  2. PKS memang lebih baik dari partai2 yg ada di Indonesia ( dalam hal track record kadernya )?ok saya akui itu.

    Tapi hal yg membuat saya muak melihat partai ini ialah “kemunafikan atas nama agama ”

    perlu dicatat :
    partai ini diawal berdirinya seolah oase bagi gerakan islam yg santun,inteletual,dan rapi serta sederet harapan untuk tegaknya keadilan dan kesejateraan dalam naungan syariah islam yang dibingkai oleh semangat keberagaman dan berbangsa.

    karena saya seorang muslim saya secara naluriah mencintai platform partai ini yg berazaskan islam, maka tak heran selama kurun waktu 4 tahunan saya tergabung dalam barisan “dakwah”jamaah ini ,turun ke desa-desa melakukan aktivitas sosial keagamaan , ke sekolah-sekolah ,kampus2 dan mengadakan kajian , seminar dan lain2 yg tujuannya untuk pencitraan partai ini pada publik.

    kini setelah banyak belajar, membaca dan mengamati dengan segenap “Hidayah “dan pencerahan saya putuskan keluar dari “khafilah ini “,dimana nurani saya tak bisa dibohongi , semangat keislaman perlahan mulai sirna , tujuan2 partai melebar tak peduli lagi kualitas kader tapi kuantitas kader, maka tak heran didaerah2 banyak terjadi keributan soal urut caleg PKS karena kualitas dan pehaman kader tdh tujuan partai semula yakni mencari keridhoaan Allah SWT.
    saya mungkin Subjektif dalam masalah ini karena hati saya merasa “dikhianati”tapi tengoklah sejumlah fakta perkembangan terkini dari Partai ISLAM yang memiliki jaringan Internasional -Ikhwanul Muslim yg tersebar dipuluhan negara.

    1.PKS mengkhianati platform partai diawal berdiri, ideologi sich islam, massa pendukung sich muslim fanatik dan militan tapi tak mengakomodir kepentingan ummat islam lebih condong pada bagaimana caranya partai ini bisa memperoleh suara sebanyak-banyaknya dengan merekrut aleg dan non muslim ( nasrani,hindu,dll)
    NB : kalau memang ingin menjadi partai terbuka , PKS harus mecopot status ideologi islamnya, ganti saja dengan

    Kamis, 20-11-2008 19:40:50 oleh: Dita

    (sambungan)
    ganti saja ideologinya , jangan hanya memanfaatkan suara ummat islam.
    2.Petinggi PKS melakukan tindakan yg tidak populis seperti : melakukan praktek POLIGAMI , tercatat Tifatul sembiring, Anis Matta, memiliki dua istri ( uhui asyik nih)belum lagi didaerah2, sehingga tak heran pada awal tahun 2008 dulu salah seorang Tokoh inti PKS mengeluarkan buku “Bahagiakan diri dengan satu istri” buku ini mengkritisi para kader yg sudah atau akan berpoligami .
    yang teranyar Tifatul Sembiring seolah ridho dengan tindakan “pedofilia”syeikh puji yg mengawini anak umur 12 tahun.Tifatul menyatakan bahwa tindakan syeih puji itu benar dan merupakan haknya dan tidak boleh menghina ulama ( wuih emangnya tindakan syeih puji itu terpuji ? hah ini jelas cara baru orang PKS bersikap seolah2 toleran terhdap keganjilan di negeri ini apalagi tujuannya kalau bukan meraih suara dan simpati sebesar2nya )
    3.PKS-nisasi dan rebutan proyek
    tak dipungkiri lagi PKS mulai meraih tempat strategis dinegeri ini dimana anggotanya bercokol maka sebagian staffnya diisi oleh orang2 PKS tengok saja di Departemen Pertanian, Dep.Pemuda & Olahraga, Pemprov Jawa Barat.
    katanya islam, bersih & peduli, anti KKN tapi mereka malah mempraktekkannya !
    Z38QC
    4.(bersambung dilain waktu)

    ————–
    teruntuk orang tua agar mengawasi putra-putri mereka dalam kegiatan keagamaan dilingkungan sekolah, kampus , musholla dan lain2.PKS sangat pandai meramu cara agar seseorang secara tidak sadar masuk dalam barisan partai ini, melalui pengajian2,mentoring 2 diawal-awal memang lebih banyak mengupas soal agama tapi jika sudah berjalan agak lama dan si “korban” sudah merasa ada keterikatan dan ketergantungan” mulailah si anak di doktrin dengan dogma -dogma politik ala PKS nan halus namun menggigit..waspadalah


    ALLAHU AKBAR..!!

    Komentar oleh sayid qutub | November 20, 2008 | Balas

  3. wah wah, untung namanya gak double yy, klo double yy, saya kira tadi Asy SYahid sayyid Quthb bangkit dari kubur untuk mengkritisi segala tentang kebijakan partai.

    Memabca pengalaman saudara saya ini, saya mengucapkan terima kasih dahulu berkenenannya saudara untuk mengunjungi blog saya.

    Jika saya boleh sedikit mengoreksi saudara (saling mengingatkan saja), mungkin saudara terlalu banyak berkecimpung di dunia PKS nya, bukan di dunia Tarbiyahnya. memang ada sebagian kader yang mengedepankan pengenalan partai daripada dakwah, tapi pada asholah dakwah itu sendiri, apa pun, dimanapun dan dengan siapapun, yang diutamakan adalah pengenalan islam.
    bahkan pada salah satu pelatihan Direct Selling PILKADA Kota Padang, Ust.Rahmadi Kurnia mengatakan, “antum dilepas kemasyarakat sana bukan untuk mengajak orang mencoblos calon dari kita, tapi tugas utama antum adalah mengajak mereka berislam, dan soal pilihan tadi, biarlah mereka yang menilai, dan segala atribut yang antum bawa, jangan antum tempelkan, tapi berikan saja, biarkan mereka yang memutuskan untuk ditempel atau tidak. Jika dakwah antm kepada mereka ikhlas, niscaya Allah tak sekedar memberi antum kebaikan akhirat, Allah juga akan memberikan antum anugera dunia dengan mungkin terpilihnya calon dari kita”.

    Saya kira, kita semua sepakat, bahwa dakwah adalah persoalan hidup dan mati, dengan nya kita menyelesaikan segala urusan persinggahan di dunia ini.
    Dan partai politik,adalah satu bagian kecil dari dakwah, dan sesungguhnya bagian yang agak besar dari itu adalah siyasah itu sendiri.

    mungkin antum melihat setiap hari adanya kesibukan yang lebih menonjolkan siyasi, ya wajar itu terjadi ketika antm sedang berada di wilayah siyasi. Tapi menjadi runyam ketika liqo’ antm malah dapat materi tentang siyasi melulu.

    tapi, bagaimanapun, antm punya pilihan, hidup itu adalah pilihan dan bahkan ketika antum tidak memilih sekalipun, maka itu adalah pilihan.

    “Ya ALlah, jika kader2 ini menyeru ummat manusia untuk memilih Partai ini, maka kalahkan partai ini, tapi jika kader2 ini menyeru ummat manusia ke jalan Mu, izinkanlah kami untuk diberi kesempatan memasuki jannah Mu dan kemenangan di Dunia ini, amiin.”
    (doa yang baru saja terlintas dibenak)

    Komentar oleh dolla | November 20, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: