sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Catatan setelah nonton Laskar Pelangi


Teater raya depan

Tampilan depan

Dan bule pun ikut menyaksikan laskar pelangi

laskar pelangi, novel yang membuatku menangis terharu, sekaligus mengumpat sebuah rezim tirani dibawah (alm)Soeharto.

aku membaca novel itu lebih dari 5 kali dan selalu meninggalkan kesan, kesan sekalian keberanian untuk melangkah menyelesaikan studi yang sempat tertunda. Untuk menggapai cita cita menuju Eropa dengan wajah yang tidak tertunduk sama sekali.

Aku belajar bagaimana mengelola keterbatasan menjadi fenomena yang luar biasa. bagaimana lintang dengan keterbatasan materi tapi bisa mencari kehetaban intelektualnya sampai dia menemukan. Lintang dengan kegagalannya meraih prestasi akademiknya yang sepadan dengan intelektualitasnya terus memotivasi anaknya untuk menjadi lebih baik dari dia. Ungkapan mengharukan ketika didapur dia berkata kepada anaknya “nak, kau harus kejar terus cita cita kau, seperti pak cik ikal”. Ya karena ketika itu lintang mendapatkan sebuah kiriman surat dari ikal dari prancis dan dia perlihatkan kepada anaknya.

Memang realitas sering tidak bersahabat dengan keinginan, tapi disanalah ujian itu terjadi, ujian komitmen menuju cita cita yang di impikan. Sering kita kalah akan keadaan, tapi selalu merasa menang dalam mimpi tak nyata sama sekali. Termasuk diriku.

Euforia masa lalu,  kehebatan yang mestinya belum aku miliki telah membuatku terlena akan tugas utama seorang mahasiswa. Sehingga aku baru menyadari bahwa aku sudah jauh tertinggal, tapi belum dilupakan oleh kampus. Aku harus kembali, aku harus berani merajut kembali cabikan2 kertas masa depan yang sempat tak dihiraukan. Meski pahit, aku akan meraihnya dan menjadikan diriku sesuai antara realita dan mimpi.

Kawan, doakan aku untuk meraih semua cita2 dan harapanku, meraih semua apa yang aku impikan untuk kebaikan, doakan aku agar memang menjadi yang terbaik dari hari kemarin yang aku lalui.

Seperti laskar pelangi yang mengajarkan nilai moral kesabaran, semaangat juang untuk meraih cita, semangat untuk tetap bertahan ditengah orang2 yang putus asa. Aku belajar banyak kepada lintang, murid bu muslimah yang pertama kali datang ke SD Muhammadiyah tanpa didampingi ayahnya dihari pertama sekolah membuka pendaftaran murid baru.

Aku belajar kepada lintang ketika ikal hendak melangkahkan kakinya untuk keluar dari sekolah, saat itu memang hanya ada ikal dan lintang, tanpa ada yang lain. karena sudah 5 hari bu muslimah tidak masuk sekolah karena alasan masih berkabung atas kematian pak arfan.

Pelajaran yang dikatakan lintang kepada ikal pada hari itu adalah “kal, kita harus mengejar cita cita, dan dari sekolah itu kita mulai”. Sampai akhirnya ikal dan lintang mengumpulkan kembali kawan2 lamanya untuk bersekolah, dan lintah hadir sebagai guru. Sampai kemudian bu muslimah datang, dan mendapatkan pelukan hangat dari laskar pelangi.

Ah, sangat banyak hikmah yang bisa aku petik dari laskar pelangi. Sebaiknya anda rasakan, daripada anda mendengar.

Laskar pelangi, film yang memang cocok ditoton oleh semua kalangan.

Untuk pemimpin : belajar lah kalian mengelola kepemimpinan kalian, jangan sampai Bangsa ini kehilangan lintang2 berikutnya.

Untuk Guru : Ajarkan muridmu dengan hati, tak sekedar materi, tak kah bunda guru sekalian melihat bagaimana indahnya pak arfan mengajak laskar pelangi kembali ke kelas tanpa memukul? Dengan imbauan kisah Nabi Nuh a.s ia memanggil laskar pelangi. Tanpa paksaan fisik, tapi kedekatan hati.

Untuk murid : adakah diantara kalian yang seperti lintang, tak punya ibu, satu2nya anak laki2, pintar dengan kecerdasan luar biasa, miskin, mengayuh sepedanya 40 KM pulang pergi setiap hari, setiap hari kawan. Adakah diantara kalian seperti itu? lalu, apa alasahnmu untuk tidak bertingkah lebih dari lintang untuk mengalahkan ikal dalam pertualangan intelektualitasnya?

Untuk orang tua : belajarlah ayahanda semuanya kepada ayahnya ikal, ayah ikal yang hanya menggunakan baju safarinya untuk pergi kesekolah ikal, bahkan untuk menghadiri jamuan Bupati pun ia tak pakai baju itu. Hanya untuk anaknya, berikut pendidikannya. Tapi lebih belajarlah kepada ayah lintang, yang cuma ada 2 laki2 dalam keluarganya, ayahnya dan si lintang, tapi justru ayahnya yang berkeras untuk memasukan lintang ke sekolah, meski awalnya ayahnya menyangsikan keseriusan anaknya itu. Bahwa materi lebih jauh rendah dari tingkat intelektualitas bermoral anaknya.

Untuk siapa saja, apapun anda, bagaimanapun anda dengan segala profesi anda, buktikan peranmu untuk ke majuan Bangsa ini. Bahwa sesungguhnya bumi dan segala peradabannya bukan milik kita, tapi ia adalah hak waris anak cucu kita.

November 13, 2008 - Posted by | Buah nurani

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: