sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Judul blog dan kondisi diri


Pernah seorang kawan bertanya : doll, koq judul blog antum selalu berubah2?

Saya terdiam sesaat, lalu tersenyum. Pertanyaan tadi saya kira tidak hanya kawan tadi yang akan bertanya, tetapi anda juga tentunya akan bertanya, kenapa judul blog saya selalu berubah2?

Jawabannya simple, jika anda ingin memotivasi diri untuk berbuat sesuatu, pastilah anda akan terus mengingatnya agar tertanam kuat dalam diri anda.

Judul blog saya dengan subtitlenya adalah sebuah kaca dari diri saat ini, dulu pernah saya menulis judul blog saya ; My Diary is My Best Friend”, dengan gambar latar sebuah jalan panjang yang kemudian sedikit berkelok.

Judul tadi adalah saat kesibukan saya yang luar biasa, ditengah hantaman tuntutan amanah itu tinggi, disaat yang sama tak satupun seorang teman yang bisa saya ajak diskusi, tak satupun dari mereka yang sudi untuk sekedar mengirim sms kabar, seperti saya tahun satu dan dua, setiap hari selalu ada SMS tausyiah, tapi justru ketika amanah “Qiyadah” itu saya pegang, tak satupun yang mengirimnya.

Sehingga ketika itu, diary adalah pelarian ampuh saya untuk menjawab keresahan jiwa, kesendirian dalam berjuang meski berjamaah. Sampai akhirnya saya bisa menstabilkan diri untuk bisa mengendalikan keadaan dalam kondisi apapun. Thanks ya ri…

Pernah juga saya menulis judul : Move, Stop is Death!!! Bergerak, diam itu mati. Itu kira kira maksud saya untuk judul ketika itu. Judul itu saya tulis ketika jabatan Menteri Luar Negeri saya selesai, amanah ke Negaraan UNAND itu tidak lagi dipundak saya. Ada sedikit gagap, kecanggungan menghampiri hidup saya, jika ketika menjabat Menteri Luar Negeri saya bisa setiap bulan ke Jakarta atau setidaknya keluar daerah, lalu sejak pensiun, saya tidak akan ada lagi kegiatan sesibuk dulu. Kekagamangan dalam kekosongan amanah. Sampai saya pernah menyiapkan peperangan besar2an untuk melawan kefuturan, karena sebagian besar kader menjadi futur disaat tak diberi amanah, air tergenang, diam, tak mengalir, maka dijamin air itu penuh dengan penyakit. Itulah analoginya.

Berhari, berminggu, saya tetap mempertahankan judul itu, tak mengubahnya. Sampai ketika saya bisa membuka mata, bahwa amanah saya masih banyak. ILMMIPA Indonesia, adalah salah satu amanah publik yang mesti saya selesaikan, akhirnya, kesibukan itu datang lagi. Dan kata motivasi di judul blog “Bergerak, Diam itu Mati” telah member inspirasi bagi saya, bahwa tak ada perjuangan dengan keterpakuan dan euphoria masa lalu.

Saat ini judul blog saya ; “Padang gersang Cinta Punggawa”. Dengan latar sebuah hutan tropis nan asri, ada se ekor kupu kupu disana, ini memang bertolak belakang dengan judulnya. Bagaimana mungkin padang gersang berubah dengan hutan tropis nan indah.

Ini adalah faktor Merah Jambu, jika Merah jambu ini tak dikendalikan, maka dia akan menjadi virus, dan ketakutan saya akan Virus Merah Jambu inilah yang membuat saya membuat judul diatas. Jujur, godaan untuk mengajak pacaran sangat tinggi. Datang dari yang tak hanya cewek umum, tapi juga dari gadis berkepribadian bernama akhwat.

Sehingga, untuk membentengi diri, saya membuat beberapa versi tulisan tentang luapan jiwa, kondisi hati, sehingga dengannya saya berharap saya dapat mengendalikan keadaan, bahwa saya saat ini dengan Azzam yang tak pernah punah.

Kondisi ini bukannya tak beralasan, ditengah teman2 yang sudah banyak menikah padahal dengan maisyah ala kadarnya, yang untuk menghidupi dirinya saja susah, atau ada juga yang sudah menikah tapi masih “nebeng” dengan yayasan lamanya ; yayasan ayah bunda.

Disaat Alhamdulillah, Allah berikan saya maisyah yang cukup untuk berumah tangga, tapi Allah tunda prosesnya, sebuah penantian yang cukup menyiksa, saya akan senang menanti ketika ada kepastian waktu selesai dari penantian, tapi sekarang, yang saya tunggu adalah sesuatu yang tak jelas ujungnya.

Kondisi tadi tak sampai disana, diantara banyak teman, ternyata banyak yang akhirnya mendapatkan gelar MM (mantan Murabbi/mutarabbi), artinya, meninggalkan dakwah ini dengan wajah tertunduk atau dengan pongahnya hanya karena tawaran untuk menggenapkan agamanya dengan orang yang lebih secara kasat mata menghampirinya.

Sehingga judul “Padang Gersang Cinta Punggawa” adalah kondisi jiwa, perang melawan godaan, berjuang untuk ke istiqomahan. Yang jelas, komitmen pasti diuji, kata kata pasti di realisasikan, saya akan berjuang terus.

Jika babak ini telah selesai, bisa jadi judul blog saya nantinya “menyelesaikan yang tertunda”. Ya menyelesaikan studi yang sempat tertunda untuk memenuhi maisyah dan amanah. Menjadikannya sebuah ibadah. Terinspirasi ketika saya di Universitas Mataram(UNRAM) Lombok, NTB. Disaat saya diasrama mahasiswanya, tertulis jelas dan tegas didepan pintu kamar seorang ikhwan”Maaf, sedang ibadah skripsi, mohon jangan diganggu”.

Kata yang menginspirasi saya untuk kembali giat kuliah, menyelesaikan Ssi, menamatkan Master, dan meraih Doktor di Eropa kelak, Amiin. Asy Syahid Dr.Dolla Indra, indahkan kawan? Itu yang saya inginkan, tak lebih, tak kurang, untuk pemenuhan pribadi duniawi dan ukhrawi. Amiin

Agustus 27, 2008 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: