sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Sekeras baja setajam sembilu


Duduk sendiri, menatap indahnya langit Kota kecil yang bawah atas minyak, di Kota ini juga aku dilahirkan, besar lalu tumbuh mencari jati diri, sampai akhirnya perlahan ku mendapati apa yang fitrahku inginkan.

Menghirup udara senja, langit yang mulai menunjukan kemerahan, terpaan debu yang cukup tebal, ditambah hiruk pikuk kendaraan yang sangat tidak bersahabat, Kota kecilku tak seperti dulu lagi.

Disaat SMA dulu, aku satu dari sekian banyak orang yang tergabung dalam komunitas orang2 yang meminta pembentukan Kabupaten Mandau, meski sudah lebih dari 6 tahun berlalu, harapan itu masih saja menjadi cita tak berujung atas kepastian waktu.

Saat inipun, harapan itu masih seperti itu.

Sore nan lalu aku mampir ke Markaz Dakwah, bertemu dengan MR pertama, bersalaman dengan petinggi DPD disini, memeluk mereka, CIPIKA CIPIKI dengan mereka, bertemu dengan salah seorang guru politikku, aku terasa kembali berada dikomunitas yang sangat aku rindukan.

Di Kota Padang, aku nyaris tak menemukan ini, kehangatan hubungan atas persamaan idelogis, kenyamanan berada dikomunitas yang aku juga ikut membesarkannya.

Sore itu, aku diskusi ringan dengan Mantan MR ku, melepas rindu yang telah sekian lama tak bersua, beliau memintaku menjadi salah seorang tim da’i yang akan dikirim ke daerah2 terpencil di Kabupaten Bengkalis. kegiatan ini telah pernah ku lakukan, sekitar tahun 2002 aku menjadi da’i ramadhan yang memutari Kabupaten Bengkalis. aku SMA ketika itu, kelas dua.

Berangkat dengan 6 orang temanku, dua orang telah meninggal dunia, satu di Mesir, satu telah  menikah dan berjuang keras menamatkan studinya, satu lagi terseret arus kefuturan lalu tak lagi “bersamaku”. Terakhir, aku bersama salah seorang guru politikku.

Memutari Kabupaten Bengkalis yang dipisahkan setiap pulaunya dengan selat, aku sudah memutari pulau bengkalis, aku sudah injakan kaki ini di selat panjang, kota yang sangat penuh dengan aurat terbuka. Aku juga sudah memberikan materi di Tebing Tinggi, yang jika kita berdiri ditepian selatnya, maka 6 jam perjalanan menggunakan pompong kita sudah sampai di Malaysia.

Aku sudah masuki Alai, merasakan masakan khasnya, memberikan “donor darah” pada serangan ribuan nyamuk saat kami sholat maghrib. Aku sudah nikmati alam pulau rangsang, yang tak ada satupun mobil disana, dengan menaiki ojek sejauh 30 KM, aku memasuki wilayah yang tak ada aspal sama sekali, kiri kanan adalah perkebunan, jarak rumah yang cukup jauh, dan aku meninggalkan pulau itu dengan berjalan kaki, perjalanan dari pagi hingga siang kami baru bertemu tepian untuk bisa menaiki pompong untuk menyeberang.

Aku telah sampai di Buton, sebagai akhir rangkaian perjalanan dakwahku masa itu, satu minggu lebih aku mengitarinya, menempuh perjalanan ribuan kilometer, sebuah kegiatan yang selalu membekas dalam komitmen dakwahku.

Sore itu, aku kembali ditawarkan oleh mantan MR ku, tapi aku tak bisa lagi mengulangi lagi apa yang dulu pernah aku lakukan, sebab aku sudah diberi amanah sebagai tim kreativ pemenangan PILKADA. Aku tertegun, menunduk, mengenang masa yang sangat indah.

Alhamdulillah, sekian tahun berlalu, aku masih berstatus yang sama saat aku mengililingi pulau2 kecil di Provinsi Riau, aku masih menyandang prediket yang sama ; orang2 tarbiyah.

Bertahan disini bukannya tanpa beban, bukannya tanpa godaan, ada sangat banyak tantangan, ada beribu godaan untuk meninggalkan, tapi maaf, sepertinya jiwa dan raga ini telah menikmati candu agama ini.

Aku ingin sekeras baja dalam bertahan di jamaah ini, dan aku ingin setajam sembilu saat ku menyayat2 godaan yang datang menggoda.

Aku hanya ingin :

Sekeras baja setajam sembilu

sampai aku bertemu Sang Khalik dengan pangkuan Cinta Illahi, dan Ridhonya Rabbku. Amiin

Agustus 26, 2008 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: