sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^


Puisi Untuk Bidadari

Oleh : Reza Ervani

Kutuliskan pagi ini untukmu,
Engkau yang digambarkan dengan indah
olehNya,
Lam yathmishunna insun qoblahum wa la
jaann…
Belum tersentuh sebelumnya oleh
manusia dan jin

Kucoba tulis dengan sepenuh hati,
Mudah-mudahan kau baca dengan matamu
yang pula dibentuk tanpa cela olehNya..
Wa huurun ‘iin … Bermata jeli

Jika Surga disebut ayat suci dengan
maqoomin aamin,
Tempat yang aman,
Maka disanalah orang-orang yang
dadanya penuh keyakinan,
Melabuhkan harapan …

Kutuliskan puisi sederhana ini untukmu,
Dengan ribuan pertanyaan,
Adakah mungkin maqoomin aamin itu,
terbit di dunia…
Tempat dimana kutitipkan harapan…

Allah pula yang telah menciptakan aku,
Sehingga kuserahkan padaNya pula,
penguasaan atas diriku,
Mudah-mudahan Ia yang tetapkan hatiku
memilihmu,
Agar nanti padaNya saja kuserahkan
penjagaan dirimu…

Wahai yang diibaratkan olehNya dengan
kalimat sempurna,
Kaannahunna al yaquutu wal marjan…
Permata yakuut dan marjan,
Padamu kutuliskan rangkaian kata
sederhana ini,

Tak ada yang sempurna dalam pandangan
manusia,
Begitu pula aku dengan kesadaran atau
tidak,
Pastilah penuh cela dan aib yang belum
kau sangka,
Biar kuhibur hatiku dengan janji itu :
Wa wa jadaka-a ‘iilan fa aghna…

Engkau adalah ayatnya,
Wa min aayatihi,
Dari jenisku sendiri,
An kholaqolakum min anfusikum azwajaa..

Kuharap temukan ketentraman disana,
Litaskunu ilaiha..
Semoga keridhoanNya mengantarkan pada
kasih dan sayang,
Wa ja’ala bainakum mawadah wa rahmah..
Sehingga makin terbuka akal kita akan
kesyukuran dan kesabaran,
Karena sungguh..
Inna fi dzalika la aayatin li qaumin
yatafakkaruun…

Kini biar kujaga diriku,
Agar nanti bisa tercapai asa itu,
bersamamu dalam sebuah mitsaqan
ghaliza,
Wahai bidadari di serambi hatiku,
Khairaatun hisaan … huurun
maqshuuraatun fiil khiyaam …

Amin ya Robbal ‘Alamin

dari blog sebelah, silahkan liat

Juli 9, 2008 - Posted by | Buah nurani

1 Komentar »

  1. ElektriCinta #1

    Denyut jantung yang berdetak tak bosan-bosannya
    Mulai mengaktifkan timer harap dalam diri
    Arus lebih yang berlarian di antar drop tegangan
    Nuansakan hati bahwa system ini tak lagi stabil
    Adakah proteksi jiwa yang kan membingkai diri?
    Saat relay cinta dunia mulai mengaktifkan jiwa

    Jogja 29 Maret 08
    “sekeping hati”, Ferry Ivo

    Komentar oleh ferry Ivo | Juli 22, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: