sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Cinta Untuk Aisyah (IV)


Ah, pagi ini aku teringat dengan adikku kecilku aisyah, aisyah, gadis mungil yang cerdas lagi sholehah, i love u sis. Tadi malam habis nelp ai, aku bilang, ai, abang kangen ama ai, gmana tuh? hehe…jawaban ai ; ya ke sinilah.

Selalu membawa ku balik ke duri, itulah kerjaannya si ai, ketika dia sakit, ketika dia pawai, ketika dia ada masalah, selalu mengajak diriku untuk pulang ke duri.

Oh ya, adu satu kisah menarik dari kedewasaan adikku ai, ini ketika lebaran tahun lalu atau dua tahun yang lalu, disaat kami bersilaturrahim ke rumah salah satu keluarga, ya datang ke sana cuma kami kakak beradik, mama dan papa gak ikut.

Disaat kami diberi minuman, kebetulah nenek tadi memberikan gelas yang berisi air lebih banyak ke aisyah, dan lebih sedikit ke aku, wajar aja, karena banyak anak2 yang ingin mendapatkan air minum yang lebih banyak dari orang lain.

Tapi namanya aisyah, wanita cerdas dan sholehah, disaat dia melihat gelasku cuma berisi sedikit air, dia langsung pindahkan gelas miliknya ke arah duduk aku, dia bilang gini ; ai kan kecil, abang besar, jadi abang yang harusnya dapat lebih banyak.

ah, ungkapan keadilan dari anak polos yang bahkan ketika mengucapkan itu dia tidak tau apa itu keadilan, sebab yang dia ketahui hanyalah memberikan sesuatu kepada orang sesuai kebutuhan orang tadi.

I Love U Honey. salam ya ama mama dan papa tercinta.

Engkau lahir tatkala tak lagi ada pelipur lara

Engkau ada saat semua sibuk dengan kegiatan masing masing

Engkau ceriakan rumah ketika semua sedang bungkam

Engkau hadirkan cahaya keimanan dan kesyukuran ketika saja engkau lahir

Engkau adakan kasih dan sayang di rumah tatkala semua nyaris dewasa dan rasa itu berbagi

Engkau ingatkan keluarga mu di usia mu baru BALITA

Engkau laksanakan sholat saat anak se usiamu bermain di luar sana

Engkau tegaskan kepada lawan jenismu, bahwa engkau tak sudi disentuh

Engkau ajarkan kami tentang rasa malu

Engkau tuturkan ucapan kejujuran, keadilan dan pencerahan

Engkau suguhkan anak yang sholehah ketika dua anak orang tua mu sedang terpuruk

Engkau tendang rasa ego dan individualisme di rumah

lalu engkau ganti dengan rasa bahwa kita adalah keluarga

Engkau, yang selalu kurindu disetiap hari ku

Engkau, yang selalu ku banggakan ke setiap orang

Engkau, yang selalu menjadi referensi taujihku

Engkau, yang sering membuatku menangis betapa kurangnya diri ini bersyukur pada Nya

Engkau, Aisyah Putri Indra, nama yang sekarang kau pakai adalah 100 % dari ku

Engkau, adikku, semoga kelak engkau menjadi wanita tangguh

Engkau, sayangku padamu, semoga kau salah satu penggerak dakwah islam ini

Engkau, manusia mungil yang paling kucinta dari apapun di dunia, semoga engkau hadir untuk kebangkitan islam, dan engkau pemberi syafaat kepada ahli keluarga kita

Aisyah Putri Indra, yang sudah hafal lebih dari setengah juz ‘amma, semoga kelak kau hafalkan Al Qur’an, dan kau jadikan mama dan papa berada di Jannah Allah, amiin.

Ukhty Fillah, we are the Champion!!! Nahnu Du’at!!!

Juni 13, 2008 - Posted by | Buah Pemikiran

1 Komentar »

  1. amiin…
    semoga Aisyah yang seperti antum harapkan…

    Aisyah masih butuh bimbingan dan curahan cinta yang tulus dari orang-orang yang mencintainya

    moga…
    tiap langkahnya
    kan terus mendapat sokongan

    semoga tiap langkahnya
    kan menjadi langkah pasti nan penuh perubahan tuk kemajuan dakwah ini

    salam ya ma Aisyahnya🙂

    Komentar oleh shaffiyah | Juni 15, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: