sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Ada gak sih wanita seperti ini sekarang?!


kamu tau dengan nama ini “Tamadhar binti Amru bin al-Haris bin asy-Syarid”?, seorang penyair yang selama Umar bin Khattab menjadi khalifah, umar memberikan jatah hidup untuk wanita ini sebanyak jatah untuk empat orang. tau?

Ups, gak kenal ya?

Tau dengan Khansa? Punya empat orang anak, malam sebelum esok pagi berperang, dia kumpulkan ke empat anaknya untuk diberi suplemen yang bernama taujih seorang ibu, anda kenal?

Tentu sebagian besar anda akan mengenalnya, dialah khansa, punya empat orang putra yang semuanya syahid, yang pamannya juga syahid, khansa, di sematkan pada gelar ibu para syuhada,, tak berlebihan, jika kita bandingkan dengan semua wanita zaman sekarang, maka saya akan berani katakan, anda wahai para wanita belum akan bisa menjadi seperti khansa. Tapi bukan berarti anda tidak punya peluang untuk itu, simaklah kisah indah itu, bacalah cerita cinta sang ibu kepada anaknya dengan penempatan cinta yang sejati.

***

Ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra, Khansa’ berangkat bersama keempat putranya untuk menyertai pasukan tersebut.

Di medan peperangan, di saat malam ketika para pasukan sedang siap berperang satu sama lain, Khansa’ mengumpulkan keempat putranya untuk memberikan pengarahan kepada mereka dan mengobarkan semangat kepada mereka untuk berperang dan agar mereka tidak lari dari peperangan serta agar mereka mengharapkan syahid di jalan Allah SWT. Maka, dengarkanlah wasiat al-Khansa’ yang mulia tersebut:

“Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan ketaatan, kalian telah berhijrah dengan sukarela dan Demi Allah, tiada ilah selain Dia, sesungguhnya kalian adalah putra-putra dari seorang wanita yang tidak pernah berkhianat kepada ayah kalian, kalian juga tidak pernah memerlukan paman kalian, tidak pernah merusak kehormatan kalian dan tidak pula berubah nasab kalian. Kalian mengetahui apa yang telah Allah janjikan bagi kaum muslimin berupa pahala yang agung bagi yang memerangi orang-orang kafir, dan ketahuilah bahwa negeri yang kekal lebih baik dari negeri yang fana (binasa). Allah Azza wa Jalla befirman, “Wahai orang-orang yang berfirman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 20).

Maka, ketika datang waktu esok, jika Allah menghendaki kalian masih selamat, persiapkanlah diri kalian untuk memerangi musuh dengan penuh semangat dan mohonlah kepada Allah untuk kemenangan kaum muslimin. Jika kalian melihat perang telah berkecamuk, ketika api telah berkobar, maka terjunlah kalian di medan laga, bersabarlah kalian menghadapi panasnya perjuangan, niscaya kalian akan berjaya dengan ghanimah (rampasan perang) dan kemuliaan atau syahid di negeri yang kekal.

Sementara itu keempat putranya mendengarkan wejangan tersebut dengan penuh seksama, mereka keluar dari kamar ibu mereka dengan menerima nasihatnya dan tekad hatinya untuk melaksanakan nasihat tersebut. Maka, ketika datang waktu pagi, mereka segera bergabung bersama pasukan dan bertolak untuk menghadapi musuh, sedangkan mereka berangkat seraya melantunkan syair. Yang paling besar bersenandung:

Wahai saudaraku, sesungguhnya ibunda sang penasehat
Telah berwasiat kepada kita kemarin malam
Dengan penjelasan yang tenang dan gamblang
Maka bersegeralah menuju medan tempur yang penuh bahaya
Yang kalian hadapi hanyalah
kawanan anjing yang sedang menggonggong
Sedang mereka yakin bahwa dirinya akan binasa oleh kalian
Adapun kalian telah dinanti oleh kehidupan yang lebih baik
Ataukah syahid untuk mendapatkan ghanimah yang menguntungkan

Kemudian dia maju untuk berperang hingga terbunuh. Lalu yang kedua bersenandung:
Sesungguhnya ibunda yang tegas dan lugas
Yang memiliki wawasan yang luas dan pikiran yang lurus
Suatu nasihat darinya sebagai tanda berbuat baik terhadap anak
Maka bersegeralah terjun di medan perang dengan jantan
Hingga mendapatkan kemenangan penyejuk hati
Ataukah syahid sebagai kemuliaan abadi
Di Jannah Firdaus dan hidup penuh bahagia

Kemudian dia maju dan berperang hingga menemui syahid. Lalu giliran putra al-Khansa’ yang ketiga bersenandung:

Demi Allah, aku tak akan mendurhakai ibuku walau satu huruf pun
Beliau telah perintahkan aku untuk berperang
Sebuah nasihat, perlakuan baik, tulus dan penuh kasih sayang
Maka, bersegeralah terjun ke medan perang yang dahsyat
Hingga kalian dapatkan keluarga Kisra (kaisar) dalam kekalahan
Jika tidak, maka mereka akan membobol perlindungan kalian
Kami melihat bahwa kemalasan kalian adalah suatu kelemahan
Adapun yang terbunuh di antara kalian adalah kemenangan dan pendekatan diri kepada-Nya

Kemudian, dia maju dan bertempur hingga mendapatkan syahid. Lalu giliran putra al-Khansa’ yang terakhir bersenandung:

Bukanlah aku putra al-Khansa, bukan pula milik al-akhram
Bukan pula Amru yang memiliki keagungan
Jika aku tidak bergabung dengan pasukan yang memerangi Persia
Maju dalam kancah yang menakutkan
Hingga berjaya di dunia dan mendapat ghanimah
Ataukah mati di jalan yang paling mulia

Kemudian, dia maju untuk bertempur hingga beliau terbunuh.

Ketika berita syahidnya empat bersaudara itu sampai kepada ibunya yang mukminah dan sabar, beliau tidaklah menjadi goncang ataupun meratap, bahkan beliau mengatakan suatu perkataan yang masyhur yang dicatat oleh sejarah dan akan senantiasa diulang-ulang oleh sejarah sampai waktu yang dikehendaki Allah, yakni:

“Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya mereka, dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya”.

***

simaklah kisah diatas dengan seksama, khansa memiliki 4 penjamin syafaatnya, sebab para syuhada berhak memberikan akses syafaat kepada lebih kurang 70 an ahli keluarganya, masa depan yang terjamin adalah miliknya.

Di Indonesia, saya baru mengenal Ibu perkasa itu, namanya Yoyoh Yusrah, ibu dari 13 orang anak nyaris tak pernah kita kenal dengan kata-kata yang nyaring “aku lelah menjadi wanita”!. Atau juga tak pernah kita dengar bahwa salah seorang anaknya tertangkap oleh polisi.

Agaknya benar perkataan pak Irwan Prayitno ketika kampanye calon gubernur sumbar di DPRD Sumbar, “orang banyak bilang tentang saya, kalo nanti irwan menjadi gubernur sumbar, maka APBD akan habis hanya untuk keluarganya, anak saya kan 10 orang, tapi ini adalah kenyataan bahwa semua koruptor itu adalah orang yang memiliki anak di bawah lima”.

Tak ada istilah banyak anak banyak melarat, mestinya istilah lama tetap kita pegang, bahwa banyak anak banyak rezeki, tapi tak cukup sampai kalimat banyak anak saja, sebab disamping kuantitas kita juga butuh kualitas.

Itulah khansa, punya anak empat orang yang berkualitas, surga jaminan bagi para syuhada, dan rahimnyalah yang menyimpan empat orang syuhada.

saya kira khansa seperti ini tidak akan pernah kita temui di Eropa, Amerika atau negara-negara yang katanya maju, sebab disana, di negara yang katanya maju, sedang mundur dalam hal perbanyakan anak dan peningkatan kualitas anak.

Anda, wanita muda islam, anda kira kira memilih yang mana? khansa? atau madona?

kalo saya yang laki, ya pilih khansa, jelas dunk, di rahimnya nanti saya titipkan para syuhada, dan masa depanpun terjamin, amiin.🙂

April 30, 2008 - Posted by | Buah Pemikiran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: