sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Cinta untuk Aisyah


Ada cerita menarik dari adik cantiku aisyah.

Disekolahnya akan diadakan pergelaran yang nantinya akan bergabung dengan TK se Kota Duri, Riau. Setiap orang tua di undang oleh pihak sekolah untuk mengumumkan peran anak nya masing, ada yang menjadi tim drum band, ada yang menjadi tim tari, tapi adiku cuma memilih satu saja ; berpakaian adat.

Papa yang ketika itu hadir dalam pengumuman protes kepada pihak sekolah, kenapa aisyah tidak mendapatkan jatah yang sama seperti anak anak kebanyakan, dan gurunya bilang, bahwa berpakaian adat dan tidak mengambil peran adalah pilihan aisyah sendiri.

Sesampai dirumah papa terus mendesak aisyah, kenapa aisyah tidak mau mengambil peran dalam pergeleran itu, tapi aisyah selalu bungkam, dia diam dan tak bicara. sampai ketika desakan papa begitu besar kepadanya, aisyah menjawab dengan kat-kata yang akan saya ingat selalu ;

“papa tau gak, orang-orang yang ikut itu latihannya sepulang sekolah, icha pulang sekolah jam 1, kalo icha ikut mereka, icha gak bisa ikut ngaji, icha kan ngajinya jam 2, nanti kalo icha gak ikut ngaji, icha gak bisa masuk surga, icha maunya masuk surga, makanya icha gak mau ikut apa apa”.

ungkapan itu sontak membuat papa kaget, papa diam dan terharu, papa bilang ke mama “umurnya belum 6 tahun, tapi telah mengerti bagaimana amalan itu akan berakhir”.

Pernah ketika saya masih di Duri, bulan lalu, aisyah sejak kecil memang sering minta dimandikan, terutama kalo ada saya, tapi kebiasaan ini berubah sejak dia berumur 4 tahun.

Disaat selesai mandi, dia berlari keluar kamar mandi untuk mengejar handuk yang tertinggal, disaat yang sama kami kedatangan tamu dari kampung, seorang cowok, saat aisyah melihat cowok itu tadi, aisyah langsung mundur, dan menatap saya, aisyah bilang “bang, ambil kan handuk”. saya jawab, kenapa tidak ambil sendiri?

Jawaban aisyah kembali membuatku bangga punya adik seperti dia, “ichah malu bang, kan ada orang laki laki lain di rumah kita”.

ungkapan anak kecil berumur belum lagi 6 tahun, dia paham arti malu, dia paham kepada siapa dia bisa bermanja. saya jadi ingat kisah dia menampar anak laki laki seumurannya ketika anak laki2 itu memegang tangan aisyah, langsung tamparan melayang ke wajah si anak tadi.

April 15, 2008 - Posted by | Buah nurani

1 Komentar »

  1. allahu akbar………

    itu adalah tujuan kita bersama…. jannah yang aman dan tentram … tempat istirahat ….pertama dan terakhir ….dari perjuangan ini…..dari jalan ini….. dari segala halangan yang ada ini….

    semoga kita semua dapat istiqomah………..

    Komentar oleh antonov | April 17, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: