sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Cinta itu mudah datang, susah ilang?


Radio arbes FM masih terdengar di telingaku, tak sengaja aku berputar di dunia maya radio ini, dan tak sengaja juga  si rudi menyebutkan kata Cinta itu mudah datang, susah ilang?

Aku juga masih duduk di kursi internetan, memandangi dunia dari balik layar monitor, melacak berita terbaru dari belahan dunia manapun.

Ulasan tentang cinta itu mudah datang dan susah ilang aku kira cukup menarik untuk dikatakan disini, sebab aku pernah merasakan rasa yang kedua dari topik ini. Aku tak begitu gampang untuk jatuh cinta, bahkan mengucapkan sayang dan darling atau honey atau juga sejenisnya aku tak terbiasa. Kecuali ke beberapa gadis yang dulu pernah singgah di hati. Hehee….jangan heran, ikhwan juga manusia, dan perlu diketahui aku tidak tertarbiyah (liqo’) sejak lahir, tapi baru mulai dari SMA.

Izinkan aku menulis sedikit kisahku disini.

Cinta pertamaku jatuh kepada gadis di sekolahku, aku mengenal cinta memang sejak SD, tapi cinta itu kurasakan dan ku terjemahkan dalam kata dan sikap mulai SMP, kedewasaanku atas cinta baru dilampiaskan ketika SMA.

Aku pernah menerima cinta dari gadis yang nyaris tak memiliki visi sama sekali, tapi aku juga pernah menikmati cinta seorang gadis yang memiliki pandangan luas kedepan. Aku pernah pacaran hanya sekedar jalan, nonton atau sekedar menemaniku latihan karate atau pramuka, tapi aku juga pernah mendadani diriku dengan cinta yang membahas masa depan, tak sekedar membahas, aku pun bergerak bersamanya untuk memenuhi cinta, cita harapan dan doa tadi.

Sampai akhirnya aku di ajarkan arti cinta sesungguhnya, cinta itu suci, lembut, berjiwa dan berirama. Cinta tak sekedar satu kepada pacar atau pasangan, tapi cinta itu banyak sekali.

Cinta kepada sahabat, cinta kepada keluarga, cinta kepada pasangan dan cinta kepada Allah dan Rasul Nya.

Aku tidak ingin menghilangkan satu dari sekian banyak defenisi positif tentang cinta, aku juga tak sudi mencampakkan satu dari bagian cinta positif yang aku sebutkan diatas. Tapi aku memang sedang mencari cinta kepada bab ke dua terakhir dari atas, dan aku akan terus berjuang untuk mempertahankan cinta kepada bab terakhir dari diatas.

Sudahlah cerita masa lalu itu, aku kemudian mengajak anda untuk kedepan.

Tatap masa depan, itu kata2 yang selalu aku ucapkan kepada diriku, berbenah tiap hari kata2ku, aku telah cukup belajar tentang cinta itu. Sehingga aku berani mengatakan kepada Ustadzku, “ana ingin menikah dengan akhwat mana saja yang sesuai dengan kriteria mama dan islam”.

Aku masih menunggu itu, dan kuatkan aku ya Allah. Amiin.

Februari 27, 2008 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: