sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Bogor, ehem….(1)


Duh, masih terasa dinginnya hujan di kota bogor. Dulu aku pernah bercita-cita untuk menginjakkan kak di kota yang orang bilang kota hujan. Alhamdulillah cita-cita itu Allah sampai juga.

Tanggal 30 aku sampai di jakarta, aku langsung cabut ke bogor karena ketika itu aku mesti memenuhi undangan dari kawan ILMMIPA Indonesia wilayah dua dan sekaligus memenuhi amanah dari Sekjend ILMMIPA Pusat.

Menggunakan bus Ac aku pergi ke bogor, sendiri, hanya berbekal keberanian dan kepanduan (apa hubungannya?), sampai di bogor aku turun setelah pintu masuk terminal baranang siang, aku turun didepan simpang tiga yang angkotnya sangat banyak, sangat banyak.

Setelah turun aku ngirim sms ke hendra (semoga Allah memberimu hidayah saudaraku), bahwa aku sudah menginjakkan kaki di bogor, dan tak lama kemudian hendra menelpon dan menyuruhkan menunggu di depan pintu masuk dekat pos polisi, aku bersedia.

Beberapa saat setelah itu, hendra datang dengan sepeda motornya, hujan saat itu, cukup rame kendaraan, hendra datang seorang diri berhujan-hujan hanya menjemput seorang staff nya di INFOKOM BPP ILMMIPA Indonesia, hanya staff, tidak lebih dan tidak kurang.

Hendra mengajakku langsung ke kampusnya, universitas pakuan, tepatnya di FMIPA. Dan hari itu, saat itu aku menyaksikan suatu pemadangan kehidupan yang jauh berbeda, demi Allah sangat jauh berbeda.

Hendra yang memang secara ideologi sangat berbeda dengan ku, menyambutku dengan sangat luar biasa, dia menarwakan semua hal yang aku tidak pernah membayangkan sebelumnya, dia memesan minuman, jus, mie rebus atau apa saja yang mungkin jika aku minta akan dipenuhinya.

Saat itu aku juga dikenalkannya dengan temen2 sewarna dengannya, dan aku melihat sosok-sosok yang memang telah aku kenal sebelumnya, kalo dikampusku mereka sering kami sebut anak kafe, tapi di sini, di unpak anak kafe nya sangat cerdas, berbeda dengan anak kafe di sekitarku.

Sampai maghrib aku di kampus hendra, duduk bersama para aktivis papan atas unpak, bercerita dan berbagi pengalaman, syukurlah aku sudah lama di dunia siyasi, sehingga ketika bergaul dengan orang-orang yang berwarna laen aku tidak canggung dan bahkan terkesan konek dengan pembicaraan mereka.

Malamnya aku tidur di rumah hendra, rumah cinta hendra tepatnya. Hendra memiliki orang tua yang Allah pilihkan untuk tidak bersama selamanya, tapi hendra bisa tumbuh dengan jiwa entrepreneurnya, tetehnya juga seorang akhwat yang berbeda harokah denganku, awal masuk rumah hendra aku langsung melihat bendera alliwa yang terpasang di dindingnya, dan aku tersenyum.

ba’da isya, aku dan hendra bercerita panjang lebar, dia dengan ideologinya bercerita tentang banyak, banyak hal yang aku pelajari dari kehidupan hendra, seorang pejuang tangguh tentunya, tapi hanya satu yang aku sayangkan, kenapa dia mesti memilih warna merah, kenapa tidak ikut tetehnya atau ikut aku dengan jamaah ini.

Sampai hendra tertidur, aku masih belum memejamkan mata, aku tertegun, seorang aktivis merah bersamaku saat ini, dan aku tidur menumpang  dirumahya, ketika aku melihat bahwa sebenarnya hendra memiliki jiwa seorang aktivis dakwah, cuma Allah belum teteskan kepada hendra ataukah hendra masih enggan menerima tetesan itu dengan ember jiwanya, ya Allah muliakanlah hendra dengan islam dan dakwahnya dan muliakanlah islam yang salah satu pejuangnya adalah hendrasyah.

Malam itu aku lalui dengan tidur nyenyak, udara disana emang cukup sejuk tapi belum terlalu dingin untuk ukuranku….

***

Februari 4, 2008 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

4 Komentar »

  1. sia yang ehm BOgoer atau yang lainnya…..

    Komentar oleh antonov ganteng | Februari 5, 2008 | Balas

  2. numpang mampir

    Komentar oleh mia | Agustus 22, 2008 | Balas

  3. um hai, hendra syah itu guru saya di kesatuan. dia guru baru. langsung jadi populer karena muka nya hehe. saya pernah numpang sama dia pake motornya ke rumah. dia orangnya baik, baik banget. rumah dia denger denger di ciawi ya?

    Komentar oleh fira | September 6, 2012 | Balas

    • Syafira, cieeeeeeeeeee….. rumah dia yg disebutkan disini bukan yg itu…

      Komentar oleh Joseph Frost | Maret 11, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: