sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Malaysia vs indonesia ?


Perang itu masih saja terjadi, perebutan “kekuasaan” atas wacana publik memang tak pernah berhenti, pasca mengeringnya hubungan Indonesia dan Malaysia sampai hari ini belum akan ada tanda-tanda hujan akan membasahi lapangan tandus negara jiran ini.

Malaysia yang mengklaim beberapa kebudayaan milik Indonesia menyimpan bara api dendam di sebagian rakyat indonesia, saya kira adalah wajar ketika rakyatnya marah besar kepada bangsa laen yang mengambil sesuatu yang telah didapatkannya sejak dia mengenal dunia ; kebudayaan.

ya kata terakhir itu memang telah melekat dalam diri rakyat Indonesia, rendang, rasa sayange, dan beberapa kebudayaan laennya yang memang di klaim oleh malaysia sebagai kebudayaan mereka.

Agak susah bagi kita membedakan mana budaya indonesia dan mana budaya malaysia, karena kedua negara ini memang telah terikat secara emosional sejak lama sebelum kemudian ada yang bernama batas geografis.

Rendang yang telah dipatenkan oleh malaysia saya kira memang agak susah kita mengatakan itu mutlak milik kita, di negeri sembilan, negeri yang paling didominasi oleh orang-orang suku minang, jadi yang perlu kita pertanyakan adalah :

1. bagaimana pemerintah kita dalam mengelola kebudayaannya?

2. bagaimana caranya agar rakyat indonesia yang pergi merantau ke negeri seberang itu tidak membawa serta kebudayaan indonesia.

saya kira, ketika malaysia mempatenkan rendang adalah wajar ketika di negeri sembilan yang didominasi orang-orang bersuku minang tadi telah menjadi warga negara malaysia. Tapi juga tidak bisa diterima oleh akal sehat ketika bahwa budaya klaim itu tidak berlangsung dengan bijaksana, tatkala malaysia mempatenkan rendang, mestinya kementrian kebudayaan malaysia memiliki sistem pelacakan data secara akurat, memang orang minang banyak di negeri sembilan, tapi orang minang bukan asli malaysia, mereka asli indonesia, mestinya ini diberlakukan, adanya rasa malu malaysia ketika hanya melihat segelintir di malaysia lantas mengklaim keseluruhan harus ditanamkan di malaysia.

Saya kira masih sangat susah kita melupakan bagaimana betapa direndahkannya orang-orang indonesia tatkala disebut sebagai indon, saya kira ini memang menyakitkan, dan saya bersyukur ketika di APBN malaysia menganggarkan program penghilangan bahasa indon bagi bangsa indonesia.

Mungkin bahasa indon lahir karena rakyat malaysia betapa rendahnya tingkat pendidikan rakyat indonesia melalui cermin TKI, tapi saya menghimbau kepada warga malaysia, mari kita melihat ini secara komprehensif, pak antonio seorang ekonom indonesia itu menjadi TKI di bursa efek malaysia dan memegang jabatan yang tinggi. Apakah itu adalah ciri khas indonesia juga?

Menurut saya, hubungan ini hanya akan cair ketika malaysia menghentikan budaya klaim dan paten kecuali mencari data yang akurat tentang hal tersebut.

dan sebaiknya pemerintah republik indonesia bisa menekan departemen kebudayaan dan pariwisata agar para PNS nya menerima gaji buta dengan sekedar duduk saja, sadar kan saja mereka atas tugas mereka, nanti rakyat juga akan mengikuti.

Januari 13, 2008 - Posted by | Buah Pemikiran

1 Komentar »

  1. Malaysia kagak bisa bikin rendang kayak rendang PAYAKUMBUH….. ( see my post at “Maka kebudayaan Indonesia manakah lagi yang kamu dustakan” in blog_wisga

    Komentar oleh wisga | Januari 18, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: