sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Kurangi angka kemiskinan dan naikkan APBN bidang pajak!


Angka kemiskinan di Indonesia katanya turun! Data dari BPS beberapa waktu lalu yang membuat banyak praktisi dan aktivis mahasiswa tertawa terbahak-bahak mendengarnya, bagaimana mungkin penurunan rakyat miskin disaat BBM dinaikan 130 %, logiskah?

Ups…ternyata SBY mengatakan itu adalah logis, tapi jawaban logis dari ku adalah, bahwa itu adalah akal-akalan pemerintah atau tim ekonomi SBY untuk memenangkan opini publik bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan angka pengangguran berkurang 6 % tahun 2007. Pendapat itu bukan tanpa alasan, sebelum BPS menyampaikan hasil surveynya kepada publik, SBY memanggil ketua BPS dengan pertemuan tertutup, hahaha…ngapain coba?

Sekarang, 2008, APBN Indonesia telah di sahkan, dan DIPA telah diberikan kepada seluruh gubernur se Indonesia, pertanyaannya adalah, apakah orang miskin di Indonesia akan terus berkurang?

Coba lihat realita yang ada, beberapa waktu yang lalu pemerintah menggalakan konversi minyak tanah ke gas, tapi ketahuilah bahwa tanggal 7 januari 2008 Pertamina menaikkan harga elpiji tabung besar, kebijakan ekonomi macam apa itu?

Tapi sudahlah, ulasan kebijakan ekonomi SBY-JK akan aku ulas di bab yang berbeda, saat ini aku mencoba memberikan kontribusi konkret bagaimana meniakkan APBN 2008 dan menyerahkannya pada anggaran pendidikan kita. Perlu diketahui bahwa anggaran pendidikan saat ini mencapai 5,8 % dari APBN Indonesia, dan departemen terbanyak mendapatkan anggaran untuk tahun 2008. Tapi ingat, anggaran 5,8 % itu dibagi juga untuk DEPAG, lalu, apakah memang Departemen pendidikan mendapatkan terbanyak? lagi-lagi SBY-JK melakukan pembohongan publik.

Bagaimana meningkatkan anggaran pendidikan Indonesia?

Naikkan saja pajak Rokok indonesia!

ya itulah solusi menurutku yang paling jitu saat ini untuk membantu anggaran pendidikan di Indonesia. Penerimaan negara dari pajak rokok adalah 42 Triliun untuk tahun 2006, dan tahun 2007 lalu diperkirakan naik (saya belum dapatkan datanya).

Dan dana 42 triliun itu baru 30 % pajak untuk rokok, dan itu cukup rendah dibandingkan negara fhilipina dan thailand sudah menaikkan menjadi 60 %.

Bayangkan saja, jika Indonesia mampu meniru langkah kedua negara di atas, maka dipastikan indonesia akan mendapatkan tambahan pajak setidaknya naik jadi 80 triliun / tahun, jika kita asumsikan bahwa pendapatan pajak sama dengan 2006.

Nah, saya kira dengan menaikan pajak rokok ini tentunya akan mendongkrak anggaran untuk pendidikan, bukan tambahan anggaran pendidikan sebesar 40 triliun adalah nilai segar. dan bukankah lebih besar dari pemindahan penggunakan oktan 88 ke 90? yang cuma bisa menghemat 5 triliuan rupiah.

Bisa jadi ketidak inginan pemerintah untuk menaikkan pajak rokok ini bisa kita lihat dari niat pemerintah untuk membunuh rakyat miskin yang memang perokok berat agar rakyat miskin Indonesia berkurang, tragis memang! jadi wajarlah data BPS tahun 2007 mengatakan orang miskin di Indonesia telah berkurang, ya berkurang karena telah mati.

Tahun 2008 ini, seluruh tempat hiburan di prancis dilarang memberikan pengunjungnya untuk merokok, itu di negara prancis, bagaimana kabarmu Indonesia?

penerapan perda anti rokok di publik juga masih terseok-seok di jakarta sana, hahaha….negaraku ini memang aneh.

(bersambung)

Januari 7, 2008 - Posted by | Buah Pemikiran

1 Komentar »

  1. beritahu dong

    Komentar oleh kis | Mei 17, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: