sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Malam tahun baru 2008.


Pembodohan budaya dimana-mana, pendangkalan akar budaya menjadi tren, tukar tambah ideologi sedang maraknya, ya itulah cerminan tahun baru 2008 di Indonesia.

Ribuan ummat tumpah ruah dengan berbagai “warna baju” bersatu seolah pernah kenal dalam koalisi alam nyata sebelumnya, mereka berserakan, tumpah ruah di jalan raya, bahkan ada tercecer dalam rimba belantara atau sekedar meminjam tempat kecil di semak belukar.

Mereka tukarkan waktu dengan canda tawa, hura-hura, hiruk pikuk dunia yang selalu mereka kejar dan gandeng bahkan maksiat yang mereka peluk erat tak ingin lepas.

Aku ternganga melihat realitas yang ada, semua generasi muda sampai tua sudah paham bahwa kita mesti berbuat sesuatu sepanjang masa, karena pertukaran waktu atau tahun sering disebut sebagai sepanjang masa jika kita bekerja di akhir tahun nan lalu dan awal tahun berikutnya.

Perkiraan hasil sudah bisa diraba saat awal bermula, itulah pola pikirku dalam memandang kerja seseorang, jika awalnya sudah bagus, insya Allah dia akan berakhir dengan indah. Tapi jika awalnya saja masih berserakan, percayalah bahwa akhir akan susah di kejar.

begitulah aku menilai generasi muda Indonesia, awal tahun 2008 M ini mereka meluapkan permulaan hidupnya di jalanan, dengan tawa dan canda, bersama pacar duduk berdua, sekata dengan teman yang memang cuma sekedar nongkrong bicara tak berguna.  Tangkap saja bagaimana Indonesia ini kedepan.

syukur aku pada Sang Khalik, Ia pilihkan aku pada pilihan tepat dalam hidupku, tahun baru ini memang semua orang menikmatinya, termasuk aku, bedanya adalah, mereka menikmati event pada pergantian siang dan malam penghubung waktu itu, sedangkan aku menikmati betapa indahnya nikmat Allah padaku, Dia teteskan cinta dan sayang Nya padaku, setahun 2007, Indonesia barat sudah ku tempuh, nyaris tahun desember lalu malaysia akan kekangkangi, begitu banyak tebaran kasih sayang yang telah Allah tumpahkan padaku, sedang aku masih saja sulit untuk sekedar mengakui betapa butuhnya aku kepada Sang Khalik tadi.

Tapi, malam itu, ketika pergeseran waktu masehi terjadi, Allah kembali tanamkan bibit syukur itu padaku, bibit untuk kembali ber’azzam agar aku tetap kuat di sabili ad’u ilaLLah, pupuk keimanan yang bernama cita dan harapan atas surgaNya, mendapatkan bidadarinya kelak, atau mencicipi surga cinta dunia ; pasangan.

Aku ternganga, betapa besar cinta Nya padaku, malam tahun baru masehi itu, aku duduk termangu, aku teteskan air mata cinta itu, aku tumpahkan emosi syukur itu, aku termangu, aku terdiam, tak berdaya, semakin ku tau bahwa aku memang lemah.

Tak kuat lagi, mata ku menetaskan air, asin rasanya, tapi itulah tangisan cinta, bukan cintanya romeo, tapi ini jauh lebih besar, bukan cintanya seorang ibu, ini jauh lebih dalam, inilah cinta sejati itu, jika mengingat Nya hatimu menjadi tenang dan bertambah kuat cintamu pada Nya, dan jika disebut saja nama Nya, kan bergetar hatimu.

Terompet diluar sana masih berpacu untuk mengatakan pada dunia bahwa aku sudah berada tahun yang berbeda, entah apakah semagat peniupnya juga berbeda, yang jelas agaknya mereka masih tertawa bersama.

Aku masih di kamarku, membaca surat cinta Sang Khalik yang indah itu, mentadabari setiap inci tulisan disana, aku semakin tak berdaya, duduk lumpuh tak bisa apa-apa, Dia memang  Maha Pecinta.

Rabb, izinkan cinta itu tetap bertahan dan bertambah kuat di hatiku, menjalar bagaimana cahaya sinar mentari, menyerang bagai bah dalam jiwaku, Allah, mohon jangan cabut itu dari hatiku, jangan matikan rasa itu dalam dadaku, izinkan aku hidup dalam keindahan Cinta dan Sayangmu atau matikan aku dalam pelukan pemberi syafaat yang juga kekasihmu ; Muhammad SAW.

Syukur, Allah, Engkau berbuat dengan begitu indah, kan sabar ku menanti satu persatu kejutan kehidupanku yang Engkau berikan.

Aku masih disini, dan Engkau juga pasti di ‘arsymu menatapku.

Januari 1, 2008 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

1 Komentar »

  1. no commennt tadi ada ide tapi lupa karena otak lagi hang nih ……

    banyak hal yang terjadi malam inininonononnininninin

    Komentar oleh 4ntonov | Januari 4, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: