sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Mencintai dengan Sederhana


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

seperti kata-kata yang tak sempat terucapkan

oleh kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

Seperti isyarat yang tak sempat dikatakan

Oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

( Aku Ingin, Sapardi Joko Damono)

Cinta yang sederhana, sesederhana cinta Abdurrahman bin Auf saat meninggalkan seluruh hartanya di Mekah demi mengikuti hijrahnya Rasulullah…

Sesederhana cinta Abu Bakr yang tetap diam saat seekor ular menggigit kakinya di Gua Tsur, demi tak ingin membangunkan Rasulullah yang tertidur di pangkuannya…

Sesederhana cinta Bilal bin Rabah yang rela terpanggang di bawah batu besar pada teriknya gurun…

Sesederhana cinta Abu Dzar Al Ghifari yang berjalan kaki ratusan kilo menyusul pasukan Tabuk…

Sesederhana apakah cinta kita pada perjuangan ini saudaraku? Sesederhana apakah cinta kita pada saudara-saudara kita? Sesederhana apakah cinta kita pada ALLAH?

Pertanyaan-pertanyaan , yang hanya diri-diri kita yang mampu tuk menjawabnya.

*jazakillah to ukht Intan

ambil dari si riana

Desember 17, 2007 - Posted by | Buah nurani, Buah Pemikiran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: