sabar menanti

harap jundy yg kn hadir ^^

Puisi Jiwa


KU tertawan rasa gelisah dan gundah
saat ku selalu mengingatmu
ku tertahan rasa takut untuk berkata
aku inginkanmu

ku terbawa arus rendah diri
saat mesti selalu mengenangmu
apalagi jika harus berhadapan denganmu
aku sungguh nyaris jadi tak berarti

ku sadarkan diri ini
bahwa aku bukanlah seburuk yang terlintas dikepalaku
tapi keadaan selalu berkata lain
bahwa lintasan itu ternyata ada

ku kembali mengumpulkan sisa-sisa angan dan ‘azzam
tuk kembali menyatakan bahwa aku tak boleh mati
mati akan rasa dan cita yang terpendam
karena kalah dengan keadaan

aku memang bukanlah seorang pangeran
tapi aku memiliki jiwa calon pangeran
jika tidak bisa sendiri ku menjadi pangeran
denganmu bukankah itu bisa diwujudkan?

aku menata kembali hati yang telah berkali terluka
menyusunnya menjadi alunan indah dalam jiwa
mengutarakan dalam gerak keyboard nan suara tak berirama
aku tuturkan dalam kata dan performa bahasa

izinkan aku utarakan, aku mencintaimu segenap dirimu
aku mencintai keagungan akhlak dan tarbiyahmu
aku mencintai cita dan visi dirimu
aku mencintai apa yang engkau cinta ; Rabbi ‘izzati!

in my room, 23;53 WIB
Untuk Bidadari yang aku tak kenal siapa kamu.

Oktober 25, 2007 - Posted by | Buah nurani | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: