Review ana Jundullah
menapaki langkah langkah berduri
menyusuri rawa lembah dan hutan
berjalan di antara tebing curam
semua dilalui demi perjuangan
Teringatku masa awal aku mengenal tarbiyah, ketika awal aku mengenal kata Liqo’ dari seorang ustadz yang mendidikku dengan sabar, seorang Dolla Indra yang pernah menanyakan apa itu OSIS ketika kelas 3 SMP nya, lalu berubah menjadi pimpinan tertinggi d OSIS ketika kelas 2 SMA dan menjadi Pimpinan tertinggi juga utk MPK. Dan untuk pertama kali dalam sejarah sekolah d Bengkali atau Riau mungkin, bulan bahasa tak menampilkan pentas seni dengan musik2 hingar bingar tak jelas, tapi di isi dengan festival Nasyid.
Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani
Kopasus, ingin menjadi bagian dari mereka
Kopasus menjadi pasukan terbaik dunia? saya kira itu bukan hal mustahil, menurut discovery channel,dalam urutan pasukan terbaik dunia, yang di ukur tidak dengan kemampuan persenjataan tapi diukur dengan dengan kemampuan individu pasukan tersebut.
1. SAS (Inggris)
2. IDF (Israel)
3. Kopasus (Indonesia)
Penampilan dan objek dakwah
Panas terik itu tak menyurutkan langkah bapak tua tadi untuk mengobati penyakitnya, ia menaiki angkot meski dengan pakaian kumal dan tentu mengundang orang lain utk menjauh darinya.
Seorang dokter muda yang duduk dsamping bapak tua itu menggeser posisi duduknya menjauh dari si bapak karena sang dokter muda melihat dahak si bapak d buang ke bajunya secara langsung, tak hanya dokter itu, aku kira kau akan juga melakukan hal serupa.
“mau kemana nak?” tanya si bapak kepada dokter muda tadi, tetap dengan keramahannya meski si dokter tadi sudah agak mengambil jarak darinya.
Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
Penulis : Inayati
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
“Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.





